Presiden RIPresiden RI

Selesai dari Pakistan, Presiden RI Temui Putin di Rusia. Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda diplomasi globalnya dengan pendaratan di Moskow pagi ini, 10 Desember 2025, langsung usai kunjungan kenegaraan dua hari di Islamabad, Pakistan. Di Rusia, ia bertemu Presiden Vladimir Putin di Kremlin, dalam berita terkini ketiga keduanya sepanjang tahun ini—sebuah ritme yang tunjukkan komitmen kuat hubungan Indonesia-Rusia. Kunjungan ini bagian dari rangkaian perjalanan luar negeri Prabowo sejak dilantik Oktober lalu, yang sudah capai 20 negara, fokus perkuat ekonomi, pertahanan, dan isu global seperti Palestina. Di tengah gejolak dunia, dari konflik Ukraina hingga ketegangan Timur Tengah, langkah ini jadi sinyal Indonesia aktif di panggung internasional, tanpa terjebak blok manapun. Kisahnya tak rumit: dari penerimaan penghargaan tertinggi Pakistan kemarin, kini dialog hangat dengan Putin—semua demi manfaat nyata bagi rakyat Indonesia.

Kunjungan Presiden RI ke Pakistan: Penghargaan dan Komitmen Bilateral

Kunjungan Prabowo ke Pakistan, 8-9 Desember, jadi momen bersejarah: pertama kalinya presiden Indonesia ke sana sejak Jokowi 2018, pas di ulang tahun ke-75 hubungan diplomatik kedua negara. Tiba di PAF Base Nur Khan, Islamabad, ia disambut upacara militer penuh oleh Presiden Asif Ali Zardari dan PM Shehbaz Sharif—lengkap dengan parade dan karpet merah. Hari kedua, di Aiwan-e-Sadr, Prabowo disematkan Nishan-e-Pakistan, bintang kehormatan tertinggi Pakistan, atas kontribusi Indonesia di forum global seperti OIC dan G20.

Agenda utama: pertemuan delegasi dengan Sharif di PM House, bahas perdagangan, investasi, pertahanan, IT, iklim, dan pendidikan. Prabowo dorong rebalancing perdagangan—saat ini 90% ekspor Indonesia seperti minyak sawit ke Pakistan—dengan instruksi menteri buat langkah konkret di sektor pertanian, mineral, dan infrastruktur. Beberapa MoU ditandatangani, termasuk kerjasama SIFC Pakistan dengan Danantara Indonesia untuk investasi bersama. Prabowo juga ungkap dukungan tegas buat Palestina, sejalan posisi Sharif, dan undang Sharif ke Jakarta. Kunjungan ini tak hanya simbolis; ia buka pintu ekspor baru, potensi tambah volume perdagangan US$ 2 miliar tahunan, dan perkuat solidaritas Muslim terbesar kedua di dunia.

Pertemuan Presiden RI dengan Putin: Agenda Ekonomi dan Keamanan

Pagi ini, di Kremlin, Prabowo dan Putin duduk bersebelahan dalam upacara penyambutan, seperti tayang langsung Sekretariat Presiden. Ini pertemuan ketiga 2025: pertama Juni di St. Petersburg, kedua September di Beijing—keduanya bahas ekonomi, energi, dan investasi. Kremlin konfirmasi agenda hari ini: perkembangan kemitraan bilateral, isu regional seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah, plus global seperti perdagangan bebas dan keamanan pangan.

Fokus utama: kerjasama pertahanan, di mana Rusia jadi pemasok utama alutsista Indonesia seperti Sukhoi dan helikopter Mi-17. Prabowo kemungkinan dorong transfer teknologi dan pelatihan, sambil bahas diversifikasi energi—Rusia tawarkan gas alam murah untuk transisi hijau Indonesia. Ekonomi jadi sorotan: target tingkatkan perdagangan Rp 200 triliun, dengan Rusia impor nikel dan sawit, Indonesia beli gandum dan pupuk. Putin, yang hadapi sanksi Barat, lihat Indonesia sebagai mitra strategis di G20—Prabowo bisa jadi jembatan untuk dialog Rusia-AS. Tak ketinggalan, isu Palestina: keduanya sepakat dukung dua negara, sejalan posisi Indonesia di PBB. Pertemuan ini, meski singkat, jadi momentum perkuat BRICS+ yang Indonesia incar keanggotaannya.

Manfaat Strategis bagi Indonesia

Kunjungan beruntun ini tunjukkan strategi Prabowo: diplomasi aktif tapi pragmatis, tanpa ikut campur konflik. Dari Pakistan, Indonesia dapat akses pasar halal terbesar dan investasi infrastruktur seperti kereta cepat; dari Rusia, pasokan energi stabil dan teknologi militer murah. Secara keseluruhan, perjalanan ini tambah 27 negara dikunjungi Prabowo, dorong ekspor Rp 500 triliun potensial dan lapangan kerja baru di sektor IT serta pertanian. Di tengah ekonomi global lesu, langkah ini jaga kedaulatan—Indonesia tak bergantung satu blok, tapi bangun jaringan luas. Delegasi menteri seperti Airlangga dan Luhut ikut, pastikan MoU langsung implementasi. Bagi rakyat, ini berarti harga pupuk turun, ekspor naik, dan posisi Indonesia lebih kuat di forum dunia.

Kesimpulan

Usai Pakistan yang penuh penghargaan, pertemuan Prabowo-Putin hari ini jadi babak baru diplomasi Indonesia yang lincah—dari Nishan-e-Pakistan kemarin ke dialog Kremlin pagi ini, semua demi kesejahteraan bangsa. Dengan agenda ekonomi, pertahanan, dan isu global, kunjungan ini perkuat posisi Indonesia sebagai jembatan Asia Tenggara, tanpa terjebak polarisasi dunia. Ini pengingat: diplomasi tak cuma pidato, tapi aksi nyata yang bawa investasi, kerjasama, dan perdamaian. Prabowo pulang nanti, bawa hasil konkret—semoga jadi momentum 2026 yang lebih cerah, di mana Indonesia tak hanya ikut arus, tapi pimpin gelombangnya sendiri.

Info Terlengkapnya Hanya di…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *