sejumlah-influencer-kritis-dapatkan-teror-mengerikan

Sejumlah Influencer Kritis Dapatkan Teror Mengerikan. Gelombang teror menimpa sejumlah pemengaruh dan aktivis yang vokal mengkritik penanganan bencana banjir serta longsor di Sumatera pada akhir November 2025. Kejadian ini mencuat di penghujung Desember 2025 hingga awal Januari 2026, dengan bentuk intimidasi mulai dari kiriman bangkai ayam berisi ancaman hingga pelemparan bom molotov. Pola serupa yang menyasar suara kritis memicu kekhawatiran atas penyempitan ruang berekspresi di ruang publik. BERITA VOLI

Bentuk Teror yang Dialami: Sejumlah Influencer Kritis Dapatkan Teror Mengerikan

Teror yang diterima beragam dan mengerikan. Beberapa korban mendapat kiriman bangkai ayam dengan pesan ancaman seperti “Jaga mulutmu” atau “Mulutmu harimaumu”. Ada pula yang rumahnya dilempari telur busuk, mobil dicoret-coret, hingga pelemparan bom molotov pada dini hari. Ancaman digital juga marak, termasuk peretasan, doxing, serta pesan intimidasi yang menyasar keluarga. Kejadian ini sering terjadi hampir bersamaan, membuat korban merasa tertekan dan was-was atas keselamatan diri serta orang terdekat.

Latar Belakang Kritik dan Pola Sistematis: Sejumlah Influencer Kritis Dapatkan Teror Mengerikan

Kritik yang disuarakan para pemengaruh ini umumnya menyoroti lambatnya respons pemerintah terhadap bencana di Sumatera, termasuk penanganan pengungsi serta dugaan faktor deforestasi. Pakar komunikasi dan organisasi hak asasi manusia menilai ada pola terorganisir di balik rentetan teror ini, bertujuan menciptakan iklim ketakutan bagi siapa saja yang berani bersuara. Eskalasi dari ancaman digital hingga fisik menunjukkan upaya pembungkaman sistematis, yang semakin mengkhawatirkan di era kebebasan berekspresi seharusnya terjamin.

Respons Pemerintah dan Penegak Hukum

Pemerintah menyatakan kecaman tegas terhadap segala bentuk intimidasi, menjamin kebebasan berpendapat sebagai hak konstitusional. Menteri terkait meminta polisi mengusut tuntas motif serta pelaku, agar tidak menimbulkan persepsi negara abai terhadap perlindungan warga. Beberapa korban sudah melaporkan ke polisi, dengan penyelidikan sedang berjalan termasuk analisis pola kesamaan. Harapannya, pengungkapan cepat bisa mencegah kasus serupa dan mengembalikan rasa aman bagi pengkritik publik.

Kesimpulan

Rentetan teror terhadap pemengaruh kritis ini menjadi alarm atas potensi kemunduran demokrasi dan kebebasan sipil di awal tahun baru. Meski pemerintah menegaskan komitmen perlindungan, pengusutan tuntas menjadi kunci untuk menghentikan iklim ketakutan. Masyarakat diharapkan tetap solid menjaga ruang berekspresi, sambil menanti keadilan bagi korban agar suara kritis tak lagi dibungkam dengan cara kekerasan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *