Postur Tubuh Buruk Saat Duduk Picu Nyeri Punggung. Postur tubuh buruk saat duduk lama telah menjadi pemicu utama nyeri punggung yang semakin banyak dialami masyarakat modern. Penelitian terkini hingga akhir 2025 menunjukkan bahwa kebiasaan duduk membungkuk atau miring saat bekerja di depan komputer bisa menyebabkan nyeri punggung bawah pada lebih dari 80 persen pekerja kantor. Di era kerja hybrid dan belajar online yang masih berlanjut, durasi duduk rata-rata mencapai 8-10 jam sehari, memperburuk tekanan pada tulang belakang. Para ahli kesehatan tulang semakin mengingatkan bahwa postur salah bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan sementara, tapi juga masalah kronis jika dibiarkan berlarut. BERITA BOLA
Mekanisme Postur Buruk Memengaruhi Punggung: Postur Tubuh Buruk Saat Duduk Picu Nyeri Punggung
Saat duduk dengan postur bungkuk, tulang belakang kehilangan lengkung alami—lordosis lumbal menjadi rata atau bahkan terbalik. Ini menyebabkan beban berlebih pada diskus intervertebralis, bantalan antara tulang belakang, sehingga mudah rusak atau herniasi. Otot punggung bawah dan pinggul menjadi tegang kronis, sementara otot perut melemah karena kurang aktif. Penelitian menemukan bahwa posisi membungkuk meningkatkan tekanan pada diskus hingga 200 persen dibandingkan duduk tegak. Lama-kelamaan, ini memicu peradangan, saraf terjepit, serta nyeri yang menjalar ke pinggang, bahu, hingga kaki. Pada anak dan remaja, kebiasaan ini berisiko membentuk postur permanen buruk yang sulit dikoreksi di usia dewasa.
Dampak Jangka Panjang pada Kesehatan: Postur Tubuh Buruk Saat Duduk Picu Nyeri Punggung
Nyeri punggung akibat postur buruk sering berkembang menjadi kondisi kronis seperti low back pain nonspecifik, yang memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas. Studi menunjukkan bahwa pekerja dengan nyeri punggung kronis memiliki absensi lebih tinggi dan risiko depresi akibat rasa sakit berkepanjangan. Pada lansia, postur buruk mempercepat degenerasi tulang belakang, osteoporosis, serta risiko jatuh karena keseimbangan terganggu. Selain itu, kompensasi tubuh seperti bahu maju atau kepala condong ke depan menyebabkan nyeri leher dan sakit kepala tegang. Jangka panjang, ini meningkatkan beban sistem kesehatan dengan biaya pengobatan fisioterapi, obat, hingga operasi pada kasus parah.
Cara Memperbaiki Postur dan Mencegah Nyeri
Perbaikan dimulai dari posisi duduk ergonomis: punggung lurus menempel sandaran, kaki rata di lantai, dan layar sejajar mata untuk hindari condong kepala. Istirahat setiap 30-45 menit dengan berdiri atau jalan singkat membantu aliran darah dan relaksasi otot. Latihan penguatan inti seperti plank atau bridge, serta peregangan punggung dan pinggul rutin, terbukti mengurangi nyeri hingga 50 persen dalam beberapa minggu. Gunakan bantal lumbal jika perlu, serta atur meja dan kursi sesuai tinggi tubuh. Pada anak sekolah, edukasi postur sejak dini melalui tas ransel yang benar dan batas waktu gadget penting dilakukan. Konsistensi kecil ini bisa mencegah nyeri berkembang menjadi masalah permanen.
Kesimpulan
Postur tubuh buruk saat duduk memang pemicu nyeri punggung yang sering dianggap sepele, tapi dampaknya serius dari ketegangan otot hingga kerusakan tulang belakang jangka panjang. Di tengah gaya hidup duduk lama yang tak terhindarkan, kesadaran dan perbaikan postur menjadi langkah preventif paling efektif. Dengan posisi ergonomis, istirahat rutin, dan latihan sederhana, nyeri punggung bisa dicegah atau dikurangi secara signifikan. Pada akhirnya, menjaga postur bukan hanya untuk bebas sakit, tapi juga untuk tubuh lebih kuat dan produktif di hari-hari mendatang.