Untuk Korban AcehUntuk Korban Aceh

Telkomsel dan Komdigi Berkolaborasi Bantu Korban Aceh. Di akhir 2025, kolaborasi antara operator telekomunikasi besar dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di Aceh. Bantuan terbaru disalurkan di Kabupaten Aceh Tamiang, fokus pada kebutuhan dasar dan pemulihan infrastruktur. Upaya ini jadi bagian dari rangkaian dukungan berkelanjutan sejak bencana melanda akhir tahun, dengan berita harian pemulihan jaringan komunikasi capai 90% lebih di banyak wilayah. Kolaborasi ini bukti kehadiran negara dan BUMN di saat sulit, bantu masyarakat bangkit lebih cepat.

Bentuk Bantuan Kemanusiaan yang Disalurkan Untuk Korban Aceh

Bantuan kali ini cukup komprehensif, mencakup 30 unit tenda untuk tempat tinggal sementara, 20 unit MCK portable agar sanitasi terjaga di pengungsian, serta ratusan unit handphone untuk jaga komunikasi dengan keluarga. Tak ketinggalan, ratusan Al-Qur’an, mukena, dan jilbab untuk dukung kebutuhan spiritual warga terdampak. Ada juga penyewaan alat berat lengkap operatornya—krusial untuk bersihkan puing dan buka akses jalan yang tertutup longsor. Penyerahan dilakukan di Kantor Samsat Kuala Simpang, Aceh Tamiang, libatkan pemerintah daerah dan relawan lokal agar distribusi tepat sasaran. Sebelumnya, bantuan tahap awal sudah termasuk genset, air bersih, dan logistik dasar—semua gratis tanpa syarat.

Dukungan Pemulihan Jaringan dan Komunikasi

Selain bantuan fisik, fokus besar pada pemulihan jaringan telekomunikasi yang sempat lumpuh akibat banjir. Operator mengerahkan ratusan genset, kit satelit, baterai cadangan, serta radio komunikasi untuk jaga sinyal tetap on meski listrik padam. Hasilnya, pemulihan capai 90% di Aceh Tamiang dan Gayo Lues, bantu koordinasi evakuasi, distribusi bantuan, serta akses informasi bagi warga. Menteri Komdigi, Meutya Hafid, langsung tinjau lapangan dan apresiasi gerak cepat ini—sebut kolaborasi bukti negara hadir penuh. Upaya ini tak hanya pulihkan sinyal, tapi juga dorong aktivitas ekonomi dan sosial kembali normal lebih awal.

Apresiasi dan Komitmen Berkelanjutan Untuk Korban Aceh

Pihak kementerian beri apresiasi tinggi atas sinergi ini, sebut sebagai contoh gotong royong BUMN dan pemerintah di masa krisis. Direktur utama operator telekomunikasi tekankan bahwa dukungan ini lanjutan dari rangkaian bantuan sebelumnya, dengan koordinasi ketat pusat-daerah agar tepat manfaat. Wamen Komdigi, Nezar Patria, juga sorot pentingnya konektivitas untuk pemulihan ekonomi lokal. Kolaborasi ini tak berhenti di sini—rencana lanjutkan monitoring dan bantuan tambahan jika dibutuhkan, terutama di kabupaten terparah seperti Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Bener Meriah.

Kesimpulan

Kolaborasi operator telekomunikasi dan Kementerian Komdigi untuk bantu korban bencana Aceh di akhir 2025 jadi teladan solidaritas nasional, dari tenda-MCK hingga handphone dan alat berat, plus pemulihan jaringan cepat. Upaya ini beri harapan nyata bagi ribuan warga terdampak agar cepat bangkit dan kembali beraktivitas. Di tengah musim hujan yang masih rawan, inisiatif seperti ini ingatkan pentingnya persiapan bencana dan gotong royong lintas sektor. Semoga Aceh segera pulih total, dan kolaborasi serupa terus menguat untuk hadapi tantangan mendatang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *