AS Melakukan Bombardir 70 Lokasi di Suriah. Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap lebih dari 70 lokasi kelompok Islamic State di Suriah tengah pada 19 Desember 2025. Operasi ini, yang diberi nama Hawkeye Strike, merupakan balasan langsung atas serangan pada 13 Desember di Palmyra yang menewaskan dua tentara AS dari Garda Nasional Iowa serta seorang penerjemah sipil. Presiden Donald Trump menyebut tindakan ini sebagai pembalasan tegas yang telah dijanjikannya, meski menegaskan bukan awal dari konflik baru. Serangan melibatkan ratusan amunisi presisi dan dukungan dari Yordania, menargetkan infrastruktur serta basis operasional ISIS yang masih aktif pasca perubahan rezim di Suriah. BERITA BOLA
Latar Belakang Serangan Balasan: AS Melakukan Bombardir 70 Lokasi di Suriah
Serangan terhadap personel AS terjadi di Palmyra, wilayah bersejarah yang rawan aktivitas ISIS. Dua tentara dan seorang penerjemah tewas dalam penyergapan oleh penyerang tunggal yang diduga terkait kelompok itu, sebelum akhirnya tewas dalam baku tembak. Ini menjadi korban jiwa AS pertama di Suriah sejak jatuhnya rezim sebelumnya pada 2024. Pasukan AS yang tersisa sekitar seribu orang fokus mencegah kebangkitan ISIS, yang masih menguasai tahanan dan keluarga di kamp-kamp. Operasi balasan ini memanfaatkan intelijen dari sepuluh aksi sebelumnya yang menewaskan atau menangkap puluhan militan, menjadikannya respons matang dan terkoordinasi.
Detail Operasi Militer: AS Melakukan Bombardir 70 Lokasi di Suriah
Hawkeye Strike melibatkan pesawat tempur seperti F-15 dan A-10, helikopter Apache, serta sistem roket HIMARS yang meluncurkan lebih dari seratus amunisi presisi. Target mencakup gudang senjata, infrastruktur pendukung, dan posisi pejuang ISIS di area seperti Deir ez-Zor, Raqqa, serta sekitar Palmyra. Pesawat tempur Yordania turut berpartisipasi, memperkuat koalisi. Serangan berlangsung beberapa jam dan dinyatakan sukses besar, menghantam kemampuan operasional ISIS secara signifikan. Nama operasi sendiri menghormati asal korban dari Iowa, negara bagian yang dijuluki Hawkeye State.
Reaksi Regional dan Internasional
Pemerintah Suriah baru menyatakan dukungan penuh, menegaskan komitmen bersama melawan ISIS agar tidak ada tempat aman bagi kelompok itu. Hubungan AS-Suriah sedang dalam fase pemulihan, dengan fokus pada stabilitas dan pemberantasan terorisme. Serangan ini jadi sinyal kuat bahwa AS tidak akan tinggal diam terhadap ancaman personelnya. Di sisi lain, operasi menyoroti tantangan ISIS yang masih mencoba manfaatkan kekosongan pasca konflik untuk merekrut dan serang sporadis. Koalisi internasional tetap waspada, melihat ini sebagai langkah penting melemahkan sisa-sisa kelompok ekstremis.
Kesimpulan
Bombardir AS terhadap lebih dari 70 lokasi ISIS di Suriah jadi respons tegas yang tepati janji balas dendam atas korban di Palmyra. Dengan dukungan regional dan eksekusi presisi, operasi ini perkuat upaya global lawan terorisme di wilayah labil. Meski bukan intervensi luas, tindakan ini prioritaskan keamanan pasukan AS dan potensi stabilitas jangka panjang Suriah. Situasi di lapangan akan terus dipantau, tapi pesan utamanya jelas: ancaman terhadap AS akan selalu dibalas dengan kekuatan maksimal, demi lindungi kepentingan nasional dan kawasan.