Erupsi Gunung Ibu: Warga Diminta Waspada. Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Rabu malam, 19 Februari 2025 pukul 20.18 WIT. Erupsi eksplosif ini menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 400 meter dari puncak atau 1.725 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu tebal condong ke arah barat laut dengan intensitas sedang hingga tebal. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menaikkan status Gunung Ibu dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai pukul 21.00 WIT tanggal yang sama. PVMBG mengimbau warga di sekitar gunung untuk tetap waspada terhadap potensi erupsi lanjutan, lahar hujan, dan paparan abu vulkanik halus. REVIEW KOMIK
Deskripsi Erupsi dan Rekomendasi PVMBG: Erupsi Gunung Ibu: Warga Diminta Waspada
Erupsi berlangsung selama 5 menit 47 detik dengan amplitudo seismograf maksimum 28 mm. Kolom abu teramati setinggi ±400 meter dari puncak dengan warna kelabu hingga hitam pekat. Angin bertiup lemah ke arah barat laut sehingga abu vulkanik menyebar ke sektor barat laut dan barat, memengaruhi beberapa desa di Kecamatan Jailolo Selatan dan Jailolo. Hingga Kamis pagi 20 Februari 2025 pukul 06.00 WIT, tremor kontinu masih terekam dengan amplitudo 0,5–5 mm, disertai gempa vulkanik dalam dan dangkal yang terus terjadi.
PVMBG menerbitkan rekomendasi resmi sebagai berikut:
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah dan perluasan sektoral ke arah bukaan kawah di bagian utara dengan jarak 5 km.
Jika terjadi hujan lebat, warga diimbau mewaspadai potensi lahar hujan di alur-alur sungai yang berhulu di puncak Gunung Ibu.
Masyarakat diminta selalu menggunakan masker penutup hidung dan mulut bila berada di luar ruangan untuk menghindari paparan abu vulkanik halus.
Penerbangan di sekitar Gunung Ibu diimbau memperhatikan rekomendasi VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) level Orange yang diterbitkan PVMBG.
Dampak Langsung dan Respons Pemerintah Daerah: Erupsi Gunung Ibu: Warga Diminta Waspada
Abu vulkanik tipis mulai turun di Desa Duono, Bobong, Gamhoku, dan beberapa kampung di Kecamatan Jailolo Selatan serta Jailolo. Warga melaporkan bau belerang menyengat dan abu yang menutupi atap rumah serta kendaraan. BPBD Kabupaten Halmahera Barat langsung mendistribusikan masker kain dan masker medis ke masyarakat di radius 5 km dari puncak. Posko bencana di Kecamatan Jailolo Selatan diaktifkan sejak malam erupsi untuk memantau perkembangan dan koordinasi evakuasi jika diperlukan.
Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba menyatakan telah berkoordinasi dengan PVMBG dan BNPB untuk memastikan kesiapan logistik dan evakuasi. Hingga Kamis pagi 20 Februari 2025 belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian massal. Bandara Oesman Sadik di Jailolo sempat ditutup sementara pada malam erupsi karena visibilitas rendah akibat abu vulkanik, namun sudah dibuka kembali pada pagi hari dengan catatan penerbangan tetap memantau kondisi cuaca dan VONA.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Ibu pada 19 Februari 2025 pukul 20.18 WIT dengan kolom abu mencapai 400 meter dari puncak menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan. Status Siaga (Level III) dan rekomendasi radius aman 3–5 km dari kawah harus ditaati ketat oleh masyarakat sekitar. Pemerintah daerah dan pusat telah mengaktifkan posko serta mendistribusikan masker dan logistik awal. Meskipun belum ada korban jiwa, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan mengingat potensi lahar hujan dan abu vulkanik lanjutan. Masyarakat diminta selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat serta tidak mendekati kawah demi keselamatan bersama. Erupsi kali ini menjadi pengingat bahwa Gunung Ibu masih sangat aktif dan memerlukan pengawasan berkelanjutan. Semoga aktivitas vulkanik segera mereda dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dengan aman.