Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% 2026

Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% 2026. Presiden Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,4 persen pada tahun 2026. Target ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam pidato penutupan ABAC 2026 di Jakarta pada 14 Februari 2026, sekaligus menjadi acuan utama RAPBN 2026 yang sedang disusun. Angka 5,4 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 yang diperkirakan berada di kisaran 5,0–5,1 persen, namun lebih realistis dibandingkan janji kampanye 8 persen. Pemerintah menilai target ini dapat dicapai melalui kombinasi stimulus fiskal, investasi infrastruktur, hilirisasi komoditas, dan percepatan digitalisasi UMKM. Meski tantangan global seperti suku bunga tinggi dan pelemahan rupiah masih membayangi, Prabowo optimistis angka tersebut realistis dengan catatan eksekusi kebijakan berjalan tepat sasaran. REVIEW KOMIK

Strategi dan Pilar Utama: Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% 2026

Pemerintah menggarisbawahi empat pilar utama untuk mencapai target 5,4 persen. Pertama, investasi infrastruktur dan konektivitas. Anggaran infrastruktur 2026 direncanakan naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan fokus pada penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Surabaya fase pertama, jalan tol Trans-Sumatera dan Trans-Kalimantan, serta pembangunan IKN tahap II. Kedua, hilirisasi dan industrialisasi. Prabowo menegaskan kelanjutan kebijakan hilirisasi nikel, tembaga, bauksit, dan komoditas lainnya agar nilai tambah tetap berada di dalam negeri. Target ekspor produk olahan ditetapkan naik 18–20 persen pada 2026.
Ketiga, penguatan UMKM dan ekonomi digital. Program kredit murah untuk UMKM digital dan pelatihan AI untuk pelaku usaha kecil menjadi prioritas, dengan target kontribusi ekonomi digital mencapai 22 persen dari PDB. Keempat, reformasi fiskal dan subsidi tepat sasaran. Defisit APBN ditargetkan turun ke 2,4–2,6 persen PDB, sementara subsidi energi dan pangan akan lebih terarah agar tidak bocor dan lebih efektif menjaga daya beli masyarakat. Prabowo juga menekankan pentingnya investasi hijau dan transisi energi, dengan komitmen menarik FDI di sektor surya, angin, dan baterai EV minimal USD 25 miliar pada 2026.

Tantangan dan Respons Pasar: Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% 2026

Meski target terlihat realistis, sejumlah tantangan masih mengintai. Rupiah yang berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS menambah beban impor bahan baku dan utang luar negeri. Inflasi yang masih di atas 3 persen juga membatasi ruang Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga lebih agresif. Selain itu, ketidakpastian global—terutama kebijakan perdagangan AS dan perlambatan ekonomi China—dapat menekan ekspor komoditas Indonesia.
Pasar merespons positif pidato Prabowo. IHSG naik 0,9 persen pada Jumat siang, sementara yield SBN 10 tahun turun tipis ke 6,75 persen, menandakan kepercayaan investor terhadap komitmen fiskal pemerintah. Rupiah menguat sedikit ke Rp16.480 per dolar AS, meski masih rentan terhadap sentimen global. Para ekonom menilai target 5,4 persen achievable jika realisasi belanja negara mencapai 95 persen dan investasi swasta tumbuh minimal 6 persen.

Kesimpulan

Target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2026 yang diumumkan Presiden Prabowo menunjukkan sikap realistis sekaligus ambisius pemerintahan baru. Angka tersebut lebih tinggi dari proyeksi konsensus pasar (5,1–5,2 persen), tapi masih dalam jangkauan jika eksekusi kebijakan berjalan mulus. Pilar investasi infrastruktur, hilirisasi, digitalisasi UMKM, dan reformasi fiskal menjadi kunci utama. Bagi masyarakat, target ini diharapkan membawa dampak nyata: lapangan kerja lebih banyak, harga pangan stabil, dan daya beli meningkat. Tantangan terbesar adalah menjaga inflasi, menarik investasi asing, dan memastikan belanja negara tepat sasaran. Semoga 2026 benar-benar menjadi tahun akselerasi ekonomi yang inklusif, bukan sekadar angka di atas kertas.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *