Rafah Crossing Dibuka Kembali, Hanya 17 Orang

Rafah Crossing Dibuka Kembali, Hanya 17 Orang. Perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir akhirnya dibuka kembali pada Senin, 2 Februari 2026, setelah ditutup hampir dua tahun sejak pasukan Israel menguasai sisi Gaza pada Mei 2024. Pembukaan ini menjadi langkah penting dalam gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat antara Israel dan Hamas. Namun, hari pertama berjalan sangat terbatas: hanya segelintir orang yang berhasil melintas di kedua arah. Total sekitar 17 orang berhasil bergerak, jauh di bawah harapan awal yang menyebut 50 orang per arah. Meski demikian, kejadian ini memberi secercah harapan bagi ribuan warga Gaza yang menanti evakuasi medis atau kepulangan. INFO CASINO

Kronologi Pembukaan: Rafah Crossing Dibuka Kembali, Hanya 17 Orang

Proses pembukaan dimulai sejak akhir pekan sebelumnya dengan uji coba sistem dan pemeriksaan keamanan. Israel mengumumkan perlintasan dibuka untuk pejalan kaki saja, tanpa barang atau bantuan kemanusiaan. Koordinasi melibatkan Mesir, Uni Eropa sebagai pengawas, serta otoritas Israel yang melakukan pemeriksaan keamanan ketat. Pada hari Senin pagi, perlintasan resmi beroperasi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Namun, proses berlangsung lambat karena prosedur verifikasi berlapis. Butuh lebih dari 10 jam bagi kelompok kecil untuk menyelesaikan perjalanan. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk pemeriksaan identitas dan pencocokan daftar yang telah disetujui sebelumnya. Akhirnya, sekitar selusin warga Palestina yang sebelumnya berada di Mesir berhasil masuk ke Gaza, sementara sekelompok kecil pasien medis dan pendampingnya keluar menuju Mesir.

Jumlah dan Kondisi yang Melintas: Rafah Crossing Dibuka Kembali, Hanya 17 Orang

Angka pasti menunjukkan hanya sekitar 17 orang yang berhasil melintas pada hari pertama. Dari sisi keluar Gaza, hanya lima pasien dalam kondisi kritis yang diizinkan berangkat, masing-masing ditemani dua orang pendamping sehingga total 15 orang. Pasien-pasien ini termasuk korban luka perang kronis dan penderita penyakit berat yang membutuhkan perawatan di luar Gaza. Dari sisi masuk, sekitar 12 orang—kebanyakan warga yang mengungsi selama perang—diizinkan pulang. Jumlah ini jauh lebih rendah dari target awal 50 orang per arah. Banyak pasien lain yang sudah menunggu di Khan Younis dan sekitarnya kecewa karena tidak mendapat slot. Ribuan orang, termasuk anak-anak dengan luka berat, masih menanti giliran evakuasi medis. WHO mencatat lebih dari 10.000 pasien telah dievakuasi sejak perang dimulai, tapi laju evakuasi sempat turun drastis menjadi rata-rata 17 pasien per minggu setelah penutupan Rafah.

Dampak dan Harapan ke Depan

Pembukaan terbatas ini langsung memunculkan emosi campur aduk di Gaza. Bagi keluarga yang bersatu kembali, ada tangis haru dan pelukan hangat di rumah sakit Nasser, Khan Younis. Namun, bagi ribuan pasien yang tertahan, kekecewaan mendominasi. Mereka khawatir kondisi kesehatan memburuk setiap hari menunggu. Pejabat kesehatan Gaza menyebut proses ini masih simbolis dan perlu dipercepat. Israel dan Mesir menyatakan jumlah pelintas bisa bertambah secara bertahap jika sistem berjalan lancar. Uni Eropa membantu mengawasi daftar dan verifikasi, sementara koordinasi dengan WHO terus berlangsung untuk memprioritaskan kasus medis mendesak. Meski tidak ada bantuan barang yang masuk, langkah ini dilihat sebagai kemajuan dalam fase kedua gencatan senjata yang lebih luas.

Kesimpulan

Pembukaan kembali Rafah dengan hanya 17 orang yang melintas pada hari pertama mencerminkan betapa rapuh dan lambatnya kemajuan dalam situasi Gaza saat ini. Meski menjadi simbol harapan setelah penutupan panjang, keterbatasan jumlah ini menunjukkan tantangan besar yang masih ada: prosedur keamanan ketat, koordinasi rumit, dan kebutuhan mendesak ribuan warga. Bagi pasien yang menanti perawatan, setiap hari adalah perjuangan. Ke depan, diharapkan sistem ini bisa dipercepat agar lebih banyak nyawa terselamatkan dan keluarga bersatu kembali. Gencatan senjata tetap rapuh, tapi langkah kecil seperti ini bisa menjadi fondasi menuju pemulihan yang lebih besar jika semua pihak berkomitmen penuh.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *