Longsor di Jawa Barat Tewaskan 5 Orang. Longsor dahsyat melanda dua titik di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, 30–31 Januari 2026. Bencana ini menewaskan setidaknya lima orang, melukai tujuh lainnya, dan membuat belasan warga hilang kontak atau terjebak di bawah material longsor. Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah pegunungan selama lebih dari 12 jam menjadi pemicu utama, memicu pergerakan tanah di lereng curam yang sudah jenuh air. BPBD Provinsi Jawa Barat langsung menetapkan status tanggap darurat, sementara tim SAR gabungan bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban dan mencari yang masih tertimbun. Kejadian ini menjadi salah satu longsor terparah di Jawa Barat awal tahun ini. REVIEW FILM
Detail Kejadian di Garut: Longsor di Jawa Barat Tewaskan 5 Orang
Longsor paling mematikan terjadi di Kampung Cikole, Desa Mekarwangi, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, sekitar pukul 23.30 WIB. Tanah longsor dari lereng bukit setinggi sekitar 200 meter menimpa enam rumah permanen dan tiga rumah semi permanen. Lima korban tewas adalah anggota satu keluarga besar yang tertidur di dalam rumah. Empat di antaranya ditemukan tanpa tanda kehidupan oleh tim SAR pada pukul 04.30 WIB, sementara satu korban lagi ditemukan pagi harinya setelah evakuasi manual menggunakan alat berat ringan.
Tujuh warga lainnya luka berat dan sedang, sebagian besar akibat trauma benturan dan tertimbun sebagian. Mereka langsung dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut dan RSUD dr. Hasan Sadikin Bandung. Lebih dari 30 jiwa mengungsi ke balai desa dan masjid terdekat karena rumah mereka hancur atau berisiko roboh susulan. Akses jalan utama ke kampung sempat terputus karena material longsor menutup badan jalan sepanjang 50 meter.
Kejadian di Bandung Barat dan Upaya Penanganan: Longsor di Jawa Barat Tewaskan 5 Orang
Di Kabupaten Bandung Barat, longsor terjadi di Kampung Ciburial, Desa Cisarua, Kecamatan Cisarua, sekitar pukul 01.00 WIB. Tanah longsor menimpa satu rumah dan menutup akses jalan desa sepanjang 30 meter. Satu warga luka ringan dan langsung dievakuasi, sementara belasan lainnya mengungsi secara mandiri ke rumah saudara. Tidak ada korban jiwa di lokasi ini, tapi material longsor masih menutup jalur alternatif menuju Lembang, menyebabkan kemacetan panjang di jalur wisata.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Bandung, BPBD Provinsi, TNI, Polri, Tagana, dan relawan setempat bekerja nonstop dengan alat berat, anjing pelacak, dan drone thermal untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun. Hingga Jumat siang, operasi SAR masih berlangsung di Garut, sementara di Bandung Barat sudah beralih ke pembersihan jalan dan distribusi logistik. Pemprov Jabar mengirimkan bantuan berupa tenda, makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan ke kedua lokasi.
Kesimpulan
Longsor di Garut dan Bandung Barat yang menewaskan lima orang menjadi pengingat keras bahwa musim hujan 2025/2026 masih menyimpan risiko tinggi di wilayah pegunungan Jawa Barat. Curah hujan ekstrem yang terus mengguyur lereng-lereng rawan mempercepat pergerakan tanah, terutama di daerah dengan vegetasi minim dan drainase buruk. Penanganan darurat sudah berjalan cepat dengan evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan, tapi tantangan jangka panjang tetap besar: relokasi permukiman di zona merah, reboisasi lereng, dan perbaikan sistem drainase pegunungan. Bagi keluarga korban dan warga terdampak, hari-hari ke depan masih penuh duka dan ketidakpastian. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan tidak hanya responsif saat bencana terjadi, tapi juga serius mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Semoga proses pencarian korban segera selesai dan warga bisa kembali membangun hidup dengan lebih aman.