banjir-di-jakarta-menjadi-wahana-dadakan-bagi-anak-anak

Banjir di Jakarta Menjadi Wahana Dadakan Bagi Anak-anak. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak malam 11 Januari 2026 tidak hanya meninggalkan genangan di jalanan, tapi juga menciptakan “wahana” dadakan bagi anak-anak di berbagai kawasan. Di beberapa titik banjir seperti Kampung Melayu, Rawamangun, dan Duren Sawit, genangan air setinggi lutut hingga pinggang anak-anak kecil justru menjadi tempat bermain favorit. Mereka melompat-lompat, membuat perahu kertas dari kardus bekas, hingga berenang kecil di air keruh tanpa rasa takut. Fenomena ini muncul setiap musim hujan, tapi kali ini viral karena banyak warga merekam anak-anak yang tampak begitu gembira di tengah banjir. Sementara orang dewasa sibuk mengeluh dan membersihkan rumah, anak-anak justru melihat banjir sebagai petualangan baru yang gratis. BERITA BASKET

Kegembiraan Anak di Tengah Genangan: Banjir di Jakarta Menjadi Wahana Dadakan Bagi Anak-anak

Di kawasan Kampung Melayu, sekelompok anak usia 7 hingga 12 tahun berkumpul di tengah genangan air setinggi 50 cm. Mereka membuat perahu dari potongan styrofoam kemasan makanan dan mengapungkan mainan kecil seperti mobil-mobilan plastik. Ada juga yang bermain “lompat katak” di atas air sambil tertawa lepas setiap kali cipratan mengenai wajah teman. Di Rawamangun, segerombolan anak perempuan membuat “kolam renang” dadakan di halaman rumah dengan membendung air menggunakan karung pasir dan batu bata. Mereka berenang dengan baju seadanya, seolah banjir adalah kolam renang pribadi. Para orang tua sebagian besar membiarkan karena melihat anak-anak begitu bahagia, meski tetap mengawasi dari dekat agar tidak ada yang terseret arus atau terluka oleh benda tajam yang tersembunyi di air. Banyak warga mengaku bahwa di tengah banjir yang sering datang setiap tahun, anak-anak sudah terbiasa dan justru menjadikannya momen bermain bersama teman sebaya.

Bahaya yang Mengintai di Balik Kegembiraan: Banjir di Jakarta Menjadi Wahana Dadakan Bagi Anak-anak

Meski tampak menyenangkan, banjir tetap menyimpan risiko besar bagi anak-anak. Air genangan sering kali tercampur limbah rumah tangga, sampah, bahkan kotoran manusia, sehingga berpotensi menyebarkan penyakit seperti diare, demam tifoid, hingga infeksi kulit. Beberapa anak terlihat bermain tanpa alas kaki, meningkatkan risiko luka dan infeksi dari benda tajam seperti pecahan kaca atau paku yang tersembunyi. Di beberapa titik, arus air yang cukup deras juga pernah menyeret anak kecil hingga harus ditolong warga. Petugas kesehatan masyarakat sudah mengimbau orang tua untuk tidak membiarkan anak bermain di genangan terlalu lama dan segera membersihkan tubuh dengan sabun setelah kontak dengan air banjir. Namun, di tengah keterbatasan ruang bermain di permukiman padat, banjir sering menjadi satu-satunya “taman bermain” yang tersedia bagi anak-anak.

Respons Masyarakat dan Upaya Penanganan

Warga sekitar memiliki pandangan beragam terhadap fenomena ini. Sebagian merasa prihatin karena anak-anak terpapar risiko kesehatan, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk ketangguhan anak Jakarta dalam menghadapi banjir yang sudah menjadi bagian hidup. Beberapa ibu rumah tangga memanfaatkan momen ini untuk mengajak anak-anak bermain air di halaman rumah dengan ember dan selang, sebagai alternatif yang lebih aman. Pemerintah kelurahan di beberapa titik mulai membagikan sabun antiseptik dan obat-obatan dasar kepada keluarga yang anaknya sering bermain di genangan. Petugas juga memasang plang peringatan di lokasi banjir agar orang tua lebih waspada. Di sisi lain, banyak warga berharap banjir tidak lagi menjadi “wahana” karena seharusnya anak-anak bermain di tempat yang bersih dan aman, bukan di air kotor yang penuh bahaya.

Kesimpulan

Banjir di Jakarta yang seharusnya menjadi masalah serius malah berubah menjadi wahana dadakan bagi anak-anak, mencerminkan ketangguhan sekaligus keprihatinan masyarakat dalam menghadapi musim hujan. Kegembiraan mereka memang polos dan menghibur, tapi risiko kesehatan serta bahaya fisik yang mengintai tidak boleh diabaikan. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa solusi banjir bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga menyediakan ruang bermain aman bagi anak-anak di tengah permukiman padat. Sampai penanganan banjir benar-benar tuntas, kehadiran air di jalanan tetap akan menjadi campuran antara petualangan dan ancaman bagi generasi muda Jakarta.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *